Laman

Sabtu, 26 April 2014

Kisah Kancil yang Tamak

Kancil yang Tamak


Kancil dan rusa sedang berada di tepi hutan. Mereka sangat lapar dan sedang mencari buah-buahan. Tampaknya, tidak ada buah yang bisa mereka petik karena di tepi hutan hanya terdapat sedikit pepohonan. Beberapa menit kemudian, kancil mengajak rusa untuk mencari makanan ke dalam hutan karena di dalam hutan terdapat pohon yang besar-besar dan tentu saja banyak buah matang yang bisa diambil.

Ketika mereka berada di dalam hutan, mereka menemukan banyak sekali pohon dengan buah yang lebat. Namun, buah-buahan tersebut belum matang sehingga tidak dapat dikonsumsi. Kancil sangat lapar sehingga ia mengajak rusa untuk mengkonsumsi buah tersebut. Ajakannya ditolak oleh rusa dan rusa melarangnya untuk mengkonsumsi buah mentah tersebut. Rusa mengatakan bahwa buah mentah dapat menyebabkan sakit perut.

Kendati demikian, ia tetap memakan buah tersebut dan tidak memperdulikan nasehat dari rusa. Ia berpikir bahwa buah merupakan makanan yang sehat meskipun belum matang. Ia menghabiskan berbagai macam buah-buahan mentah dan setelah itu ia merasa sangat kenyang.

Tiba-tiba, monyet dan jerapah datang membawa berbagai macam buah-buahan yang sudah matang dan rasanya begitu manis. Mereka mengatakan bahwa tidak ada buah-buahan yang matang di hutan ini, sehingga mereka mencari makanan di hutan lain. Kancil dan rusa sangat senang karena mereka diberikan makanan lezat oleh monyet dan jerapah. Namun, ketika akan memakan buah-buahan matang tersebut, kancil merasa bahwa perutnya begitu sakit.

Ia berkata “owh, perutku sakit, aku tidak mampu menahannya, perutku sakit sekali”. Kemudian rusa menjawab “perutmu sakit karena kau tidak mematuhi nasehatku, kau terus memakan buah mentah sementara aku telah memperingatkanmu untuk tidak memakannya”.

Kancil akhirnya memakan obat yang rasanya sangat pahit untuk menghilangkan rasa sakitnya. Sementara itu, rusa, monyet, dan jerapah memakan makanan lezat bersama-sama.

Kisah Kelinci yang Baik Hati

Kelinci yang Baik Hati 


Kelinci adalah seekor hewan yang sangat lucu dan mempunyai rambut yang halus dan sangat indah. Namun, kelinci yang ada di dalam kisah ini berbeda, karena ia mempunyai rambut yang kasar dan begitu kotor. Meskipun ia sering membersihkannya, namun rambut yang ia miliki sangat mudah kotor sehingga ia berbau.

Ia sangat menderita dan menjalani kehidupannya sendirian. Ia tinggal diseberang sungai dan terpisah dari kelompoknya karena tidak ada lagi yang mau menerimanya. Ketika ia lewat di dekat kelompoknya, tidak ada yang mendekatinya apalagi sekedar menyapa. Mereka bahkan mengejeknya dan melempar kotoran kepadanya. Namun ia tidak pernah marah dan tetap sabar dalam meghadapi segala cobaan tersebut. Ia yakin, suatu saat pasti kebaikan akan datang kepada dirinya.

Pada suatu hari, ada seorang kelinci yang merupakan seorang pengembara tampan. Pengembara tersebut sedang terluka karena perutnya tertusuk ranting pohon. Ia melihat pengembara tersebut dan segera menolong. Ia membawa pengembara tampan ke dalam rumahnya untuk diobati dengan pengobatan tradisional. Sang pengembara awalnya merasa jijik terhadapnya karena tubuhnya yang berbau dan bulunya yang kotor. Namun perasaan jijik tersebut hilang, dan sang pengembara merasa kagum terhadapnya dan sangat berterima kasih terhadap pengobatan yang ia berikan.

Sang kelinci merasa begitu gembira karena pengembara sudah sembuh berkat bantuannya. Ia kemudian ditanya oleh sang pengembara kondisinya, sang pengembara berkata “Maaf, kenapa rambutmu kasar dan kotor?” Ia menjawab, “Ini adalah penyakit yang aku miliki dan hingga saat ini aku belum menemukan obat yang tepat”. Sang kelinci kemudian diajak untuk ikut mengembara dan berkunjung ke sebuah kerajaan. Di kerajaan tersebut, ada seorang tabib yang mampu menyembuhkan segala penyakit. Ia setuju dan ikut dengan pengembara. Beberapa hari kemudian, mereka berhasil menemui tabib tersebut dan sang kelinci berhasil disembuhkan. Ternyata, setelah ia sembuh, ia menjadi sangat cantik dan membuat pengembara tersebut jatuh cinta. Mereka menikah dan hidup bahagia.

Kisah Gajah Yang Tidak Jujur

Gajah Yang Tidak Jujur


Di sebuah negeri, hiduplah sepasang gajah yang saling mencintai. Mereka bernama Shawn dan Honey. Mereka telah hidup bersama sejak 2 tahun yang lalu dan sekarang telah mempunyai dua ekor anak gajah. Anak pertama mereka adalah Andy dan anak kedua mereka adalah Danny. Danny adalah gajah yang sering berbohong dan ia selalu dimarahi oleh orang tuanya karena kebohongan-kebohongan yang sering ia lakukan.

Sedangkan anak pertama mereka, Andy merupakan seekor gajah yang sangat jujur dan sangat dibanggakan oleh orang tuanya. Namun, meski ia dibanggakan oleh orang tuanya, ia tidak sombong sehingga semua gajah semakin menyukai Andy. Semua kondisi tersebut membuat Danny iri dan tidak menyukai kakaknya. Sikap iri yang ia miliki tidak membuatnya berubah dan ia menjadi semakin sering berbohong. Ia tidak pernah jera meskipun sering dihukum oleh orang tuanya.

Sementara itu, kakaknya, Andy tidak pernah bosan dan berhenti untuk menasehatinya. Namun, semua nasihat dan hukuman yang ia terima tidak pernah membuat dirinya jera. Salah satu kebohongan yang sering dilakukan olehnya adalah berteriak-teriak di dekat sungai agar orang lain mengira dirinya tenggelam. Padahal, ia hanya berpura-pura dan bermaksud berbohong.

Pada suatu hari, ia ingin minum air yang ada di sungai yang cukup dalam. Karena begitu haus, ia tidak memperhatikan kedalaman sungai tersebut dan langsung menjulurkan belalainya ke dalam air. Permukaan yang ada di dekat sungai begitu licin namun ia tidak memperdulikannya. Tiba-tiba, Danny terpeleset dan ia tercebur ke dalam sungai. Tidak ada satu ekorpun gajah yang berada di dekat sungai karena mereka semua sedang berada di padang rumput yang cukup jauh dari sungai tersebut. Ia kemudian berteriak dengan sangat keras dan meminta tolong kepada semua gajah.

Para gajah mendengarnya, namun karena ia sering berbohong, maka gajah-gajah yang sedang berada di padang rumput tidak memperdulikannya. Bahkan, orang tuanya tidak memperdulikannya karena mengira ia sedang berbohong. Namun, kakaknya penasaran dan ingin melihat apakah danny berbohong atau tidak. Ketika sampai di sungai, ternyata Danny tidak berbohong dan ia hampir mati tenggelam.

Andy segera menyelamatkan Danny dan membawanya ke padang rumput untuk diobati. Para gajah yang ada di padang rumput terkejut dan segera berkerumun di samping danny. Beberapa menit kemudian, ia tersadar dan ia berjanji tidak akan berbohong lagi.

The Story Of A Greedy Deer

A Greedy Deer

 
A deer and an elk were on the edge of the forest. They were very hungry and looking for the fruits. Apparently, there were no fruits that they could pick because at the edge of the forest there were only a few trees. A few minutes later, the deer asked the elk to go into the forest and took the foods, because there were big trees that always had so many fruits.

When they were in the forest, they found a lot of trees with heavy fruits. However, the fruit have not been ripe yet, so it could not be consumed. The deer were very hungry so he asked the elk to eat without worry. The elk refused and forbade the deer to consume the raw fruit. The elk said that the raw fruit could cause stomach ache.

Nevertheless, he still ate those raw fruit and ignored the advice from the elk. He thought that the fruit was a healthy meal even though it was still raw. He consumed all of the raw fruits and after that he felt very satisfied.

Suddenly, the monkey and the giraffe come with many fruits that were ripe and tasted so sweet. They said that there were no ripe fruits in this forest, so they looked for the food in another forest. The deer and the elk were very happy because they were given the delicious food by monkey and giraffe. However, when the deer wanted to eat the fruits, he felt the soreness in his stomach.

He said “Owh, my stomach is so hurt, my stomach is hurt”. Then the elk replied “you have stomach ache because you did not obey my advice, you continued to eat the raw fruit while I have warned you not to eat it”.

The deer finally eat a very bitter medicine to stop the pain, meanwhile, the elk, the monkey, and the giraffe ate the delicious food together.

The Story Of A Kind Rabbit

A Kind Rabbit

 
Rabbit is an animal that is very funny and has a smooth hair and very beautiful. However, there was a rabbit that was so different in this story, because she had a rough and a dirty hair. Although she frequently cleaned it, her hair was dirty again easily.

She was miserable and lived alone. She lived near the river and separated from the others because no one else would make her as friend. When she passed a group of rabbits, no one approached her or just to say hello. However, they even taunted and threw dirt on her. But she was never angry and kept to be steadfast in facing those humiliations. She believed that someday the goodness would surely come to her.

One day, there was a handsome rabbit who became a wanderer. He was being hurt by tree branch that punctured her stomach. She saw it and help immediately. She brought the wanderer into her home to take care him with a traditional medicine. The wanderer initially felt disgusted with her because the bad smelling and her dirty. But the disgust was lost and the wanderer was amazed and very grateful to her because of the treatment.

The rabbit was so excited because the wanderer had recovered. She was asked by the wanderer, the wanderers said “Excuse me, why your hair is rough and dirty?” She replied, “It is a disease that I have and so far, I have not found the right medication, yet”. Then, she was asked by the wanderer to follow him and visit a kingdom. In that kingdom, there was a doctor who could cure all ills. She agreed and went with wanderer. Several days later, they managed to meet the physician and she was successfully cured. Apparently, after she recovered, she became very beautiful and made the wanderer felt in love. They married and lived happily.

The Story Of An Untruthful Elephant

An Untruthful Elephant


In a country, lived a pair of elephants who love each other. They were Shawn and Honey. They had been living together since 2 years ago and had two children. Their first child was Andy and their second child was Danny. Danny was the elephant that often lied and he was always scolded by his parents because of the lies that he often did.

While their older child, Andy was an elephant who was very honest and made the parents were so proud. However, although his parents were proud of him, he was not arrogant, so all the elephants liked him. All those conditions made Danny jealous and did not like his brother. But, he had not made ​​him changed and he became more and more lying frequently. He was never to be deterrent even though often punished by his parents.

Meanwhile, his brother, Andy was never bored and stopped to advise him. However, all of the advice and the punishment he received was never made ​​him wary. A lie that often done by him was screaming near the river so that someone else thinks he was drowning. In fact, he only intended to pretend and lied.

One day, he wanted to drink the water in the river which was deep enough. Because he was so thirsty, he did not pay attention to the depth of the river and immediately stuck his trunk into the water. The surfaces that were near the river were so slippery but he did not pay attention. Suddenly, Danny slipped and he plunged into the river. There was no elephant that was near river because they were all in the pasture which was far enough away from the river. He then yelled very loudly and asked for help to all the elephants.

The elephants heard it, but he often lied, so that the elephants on the pasture ignored his scream. In fact, his parents did not pay attention because they thought he was lying. However, his brother was curious and wanted to see whether Danny was lying or not. When the brother reached the river, he saw that Danny was not lying and Danny almost drowned.

Andy immediately saved Danny and took him out on the pasture to be treated. The elephants in the meadow shocked and immediately huddled beside him. A few minutes later, he woke up and he promised never to lie again.